Selasa, 17 Mei 2011 Jenis Batuk dan Tips Pencegahan

Pasti anda pernah batuk khan? Batuk adalah mekanisme tubuh utk mengeluarkan benda asing/dahak dari saluran nafas bagian atas & paru paru. Batuk juga bisa timbul sebagai reaksi atas iritasi pada saluran nafas. Batuk hanya gejala dari suatu penyakit & biasanya gejala batuk tidak berdiri sendiri, ada gejala lain yg menyertainya.


Batuk produktif
Disebut batuk produktif bila saat batuk jg disertai dengan keluarnya dahak. Dahak yg keluar bisa berasal dari hidung & sinus bisa jg dari kerongkongan & paru paru. Batuk berdahak tidak boleh ditekan karena fungsi sebenarnya adalah untuk membersihkan saluran nafas dari dahak. Berikut beberapa kondisi yg dpt menyebabkan batuk berdahak :

#Infeksi virus. Adalah normal jika anda batuk berdahak saat menderita common cold. Batuk biasanya dicetuskan oleh dahak yg ada di kerongkongan.
#Infeksi. Infeksi yg menyerang paru paru & saluran nafas bagian atas dpt menyebabkan batuk. Batuk berdahak bisa jadi merupakan tanda penyakit pneumonia, bronchitis, sinusits atau TBC.
#Penyakit paru menahun. Batuk berdahak bisa jg menandakan suatu penyakit paru menahun/COPD.
#GERD. GERD terjadi saat asam lambung naik ke tenggorokan & menimbulkan batuk terutama saat tidur.
#Pilek. Cairan yg berasal dari hidung turun ke kerongkongan & menimbulkan batuk.
#Merokok. Asap rokok yg masuk ke saluran nafas akan merangsang pengeluaran lendir & menyebabkan batuk.

Batuk non produktif
sifatnya kering & tidak mengeluarkan dahak makanya sering disebut batuk kering. Batuk kering umumnya muncul menjelang akhir gejala flu/akibat iritasi debu & asap rokok. Selain itu ada beberapa kondisi yg menyebabkan terjadinya batuk kering, diantaranya :

*Infeksi virus. Setelah sembuh dari common cold biasanya diikuti dengan munculnya batuk kering sampai beberapa minggu. Batuk biasanya tambah parah saat malam hari.
*Bronchospasme. Batuk kering di malam hari secara tiba tiba umumnya disebabkan oleh spasme/penyempitan saluran bronchus (bronchospasme) yg antara lain dicetuskan oleh iritasi.
* Alergi. Batuk kering yg diikuti dengan bersin bersin.
*Obat obatan. Obat darah tinggi seperti ACE inhibitor dpt menyebabkan batuk kering.
* Asma. Batuk kering khronis bisa jadi merupakan gejala ringan dari asma.
*Penutupan saluran nafas oleh benda asing seperti makanan/pil.

Sebagian besar batuk disebabkan oleh infeksi virus & antibiotika bukan obat utk mengobati penyakit virus. Penggunaan antibiotika yg tidak semestinya dapat meningkatkan resiko terjadinya reaksi alergi & efek samping dari antibiotika seperti mual, muntah, diare, ruam & infeksi jamur. Antibiotika juga dapat membunuh bakteri ‘baik’ & meningkatkan resiko resistensi antibiotika.

Evaluasi yg teliti terhadap kondisi kesehatan secara umum dpt membantu untuk menentukan penyebab batuk. Ingat, batuk hanyalah gejala penyakit.

Walau terkadang batuk dpt sembuh sendiri tanpa obat namun pada kondisi tertentu batuk dpt sangat parah & sangat menganggu. Berikut adalah beberapa hal yg dapat anda lakukan untuk mengatasi batuk dgn cara tradisional.

Penanganan batuk pada dewasa

Cegah dehidrasi. Cairan dpt mencairkan dahak & meringankan iritasi pada kerongkongan.

Batuk kering merespon dengan baik pemberian campuran madu dgn air hangat, teh/jus jeruk. Jangan memberikan madu pada anak di bawah 1 tahun.

Tinggikan kepala dgn bantal tambahan saat tidur di malam hari untuk mengatasi batuk kering.

Hentikan kebiasaan merokok & segala hal yg berhubungan dgn tembakau bila anda & orang disekitar anda batuk.

Hindari paparan bahan bahan iritan yg mudah terhirup seperti asap, debu dll. Gunakan masker bila anda berada di situasi yg banyak asap/debunya.

Jika anda menduga batuk karena masalah lambung, silakan minum obat maag untuk meredakan gangguan lambung.

Jika dibutuhkan, minumlah obat batuk. Hindari membeli obat batuk yg dpt mengatasi banyak gejala sekaligus. Lebih baik mengobati beberapa gejala secara terpisah. Saat ini ada 2 jenis obat batuk yaitu ekspektoran & anti tusif.

Ekspektoran membantu mengencerkan dahak sehingga mudah dikeluarkan terutama bila anda mengalami batuk berdahak. Minumlah ekspektoran bila memang dahak yg anda produksi banyak & sulit dikeluarkan. Jangan terlalu menggantungkan diri pada ekspektoran, minumlah juga air yg cukup.

Contoh ekspektoran antara lain Ambroxol, Bromhexin & Guafenasin.
Anti tusif menekan refleks batuk & sangat berguna untuk batuk kering yg sangat menganggu.

Gunakan anti tusif dengan bijak. Jangan menekan batuk berdahak kecuali memang sangat menganggu istirahat. Batuk jg banyak gunanya utk mengeluarkan dahak sehingga saluran nafas menjadi lapang & mencegah terjadinya infeksi bakteri. Orang asma malah membutuhkan batuk utk melegakan saluran nafas.
Contoh anti tusif antara lain dextromethrophan.

Penanganan batuk pada anak anak
Cobalah menenangkan anak anda. Menangis menyebabkan bernafas menjadi lebih sulit. Cobalah mengalihkan perhatian mereka dgn membacakan buku/mengajak bermain.
Jika tersedia, cobalah menyalakan humidifier tk melembabkan udara & biarkan udara dari humidifier menerpa wajah anak anda.

Jika belum menolong, cobalah ke kamar mandi & hidupkan shower air hangat utk menghasilkan uap air. Tutup pintu kamar mandi & biarkan anak menghirup uap air beberapa menit. Ingat jangan sampai anak terkena air yg terlalu panas & jgn biarkan anak sendirian di kamar mandi.
Jika belum menolong, cobalah ajak anak keluar rumah utk menghirup udara malam.

Jangan memberikan obat batuk pd anak usia dibawah 2 tahun kecuali telah diperiksa oleh dokter sebelumnya. Jika dokter menganjurkan anak anda meminum obat, ikutilah instruksinya dgn benar.
Jangan pernah memberikan anak antibiotika saat mereka batuk sebelum mendapat instruksi dari dokter.

Segeralah ke dokter jika :
*Batuk menyebabkan sulit bernafas, nyeri dada & demam tinggi.
*Batuk disertai darah.
*Batuk tidak sembuh dengan pengobatan tradisional selama 2 minggu.
*Gejala tambah parah & batuk tambah sering.

Mencegah batuk
Sebenarnya tidak ada cara yg pasti utk mencegah batuk tetapi ada beberapa hal yg dapat anda lakukan utk menurunkan resiko terkena batuk.
*Cucilah tangan sesering mungkin terutama saat musim batuk & flu.
*Hindari berdekatan dengan orang yg sedang mengalami demam & influenza.
*Jangan merokok/memakai produk tembakau lainnya.
*Hindari terpapar asap perokok/menjadi perokok sekunder baik di rumah maupun di tempat kerja.
*Minumlah air yg cukup untuk mencegah dehidrasi.
*Untuk anak anak, pastikan mereka telah mendapatkan semua imunisasi dasar sesuai jadual.

Penyebab batuk yg paling umum yaitu infeksi/radang saluran pernafasan oleh karena mikroorganisme virus / bakteri. Batuk ini biasanya disertai pilek, & hidung tersumbat. Batuk yg dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya suatu tindakan dpt mengakibatkan komplikasi. Komplikasi batuk ini terdiri dari 3 macam, yaitu serangan tiba-tiba yg dapat menyebabkan sinkop (pingsan/hilang kesadaran sementara), batuk yg sangat kuat atau hebat dapat menyebabkan pecahnya alveoli (rongga-rongga udara) dalam paru, & patahnya tulang iga. Untuk itu sebelum batuk menjadi lebih berbahaya perlu adanya upaya pencegahan & upaya utk mengatasinya.

Berikut ada beberapa tips/cara untuk mencegah & mengatasi batuk produktif diantaranya :
1. Minumlah air putih sekurang-kurangnya 8 gelas perhari utk mengencerkan dahak.
2. Mandi air hangat akan membantu mengencerkan dahak/lendir sehingga lebih mudah di batukkan.
3. Hindari komsumsi alkohol/kafein karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga memperbanyak keluarnya cairan
tubuh. Cairan tubuh sangat diperlukan utk menjaga agar dahak/lendir tetap encer.
4. Berhenti merokok, hindari pemaparan terhadap debu, lingkungan yg terlalu kering atau terlalu dingin.
5. Jaga agar tubuh tetap hangat & istirahat yg cukup.

Untuk pengobatan secara tradisional
1. Minum seduhan 1 potong jahe, 1 potong kencur & 5 biji cengkeh diminum sehari sekali selama 3 hari.
2. Minum seduhan 1 potong jahe, 3 lembar daun wungu & 5 biji cengkeh di minum sehari sekali selama 3 hari.
3. Minum seduhan 1 potong jahe, 3 lembar potongan daun sirih & 5 biji cengkeh diminum sehari sekali selama 3 hari.

sumber : kaskus

0 komentar:

 
Copyright 2008 - 2021 Dorizo Go Blog
Design created by @dorizo